10 Bangunan Bersejarah yang Ada di Medan

Ada beberapa bangunan bersejarah yang masih utuh di Medan, dan memiliki cerita masing - masing. Jika Anda adalah orang Medan, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan 10 bangunan bersejarah ini.

Buat Anda yang bukan anak Medan, Anda pasti belum mengenal 10 nama bangunan yang ada di daerah Medan. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan 10 informasi mengenai nama bangunan bersejarah di Medan.

Kebetulan sekali karena saya adalah Anak medan. Penasaran seperti apa bangunannya? Silahkan baca lebih lanjut.

Nama nama bangunan bersejarah di Medan

1. Gedung London Sumatra

10 Bangunan Bersejarah yang Ada di Medan

Yang pertama adalah Gedung London Sumatra, orang - orang sering menyebutnya dengan sebutan Lonsum.

Gedung ini adalah peninggalan pada zaman kolonial yang masih berdiri dengan kokoh sampai sekarang. Dulunya gedung ini digunakan sebagai kantor dari perusahaan milik Harrisons dan Crossfield Plc.

Pada zamannya, gedung ini disebut sebagai gedung Juliana yang berbasis di London. Gedung ini didirikan pada tahun 1906 dengan arsitektur yang bergaya transisi.

Kepemilikan dari gedung inipun berpindah setelah kemerdekaan Indonesia. Kepemilikan Harrisons dan Crossfield Plc akhirnya dinasionalisasi dan berubah menjadi PT. PP London Sumatra Indonesia (Lonsum).

2. Kantor Pos

Kantor Pos dan Giro ini terletak di Jalan Balai Kota Medan, dan menghadap ke Lapangan Merdeka Medan.

Pada masanya, bangunan ini di sebut sebagai Esplanade yang artinya bangunan bersejarah pada zaman kolonial Belanda.

Lokasi dari gedung ini juga sering disebut sebagai lokasi "Titik Nol" Kota Medan. Dibuat pada tahun 1909, dan barus selesai pada tahun 1911.

Snuyf adalah arsitek dari pembuatan bangunan ini, dulunya snuyf adalah Direktur Jawatan Pekerjaan Umum Belanda untuk Indonesia pada masa pemerintahan Belanda.

Bangunan ini termasuk bangunan Cagar Budaya yang selalu dilindungi oleh pemerintah Kota Medan. Sampai saat ini, bangunan ini masih tetap berdiri dengan kokoh.

3. Masjid Raya Al-Mashun

Al-Mashun adalah Masjid dari Medan yang terletak pada jantung kota, lebih tepatnya terletak pada Jalan Sisingamangaraja.

Bangunan dan berbagai ornamen dari Masjid ini masih utuh walaupun usianya sudah 100 tahun, atau lebih tepatnya 1 Abad.

Bangunan ini adalah peninggalan dari kerajaan Islam Melayu Deli, dan sampai saat ini menjadi kebanggaan dari Umat Muslim Medan dan SUMUT.

Bangunan ini terlihat sangat indah jika mata seseorang melihatnya. Terdapat uikiran dan hiasan ornamen khas dari Melayu Deli.

4. Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie adalah sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari Kota Medan. Banyak tokoh multikulturalisme dikreditkan dengan membangun Medan. Tjong A Fie lahir di Provinsi Guandong, Kabupaten Maizen, di Desa Sukaou, Cina, pada tahun 1860 lalu. Ia datang ke Medan dari Meixian, Guandong, pada tahun 1875. Rumah Tjong A Fie adalah bangunan bergaya Cina kuno yang dibangun pada tahun 1900, terletak di jalan Ahmad Yani (Kesawan). Dia adalah jutawan pertama di Sumatra yang namanya sangat terkenal hari ini meskipun dia meninggal pada tahun 1921. Keberhasilannya adalah karena upayanya dan hubungan yang baik dengan Sultan Deli dan para pejabat perkebunan tembakau Belanda. Hingga saat ini rumah tersebut masih ditempati oleh keluarga Tjong A Fie.

Di tanah Deli, Tjong A Fie memiliki hubungan yang baik dengan Sultan Deli, Makmoen Al Rasjid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Muda, sehingga membuka jalan baginya untuk menjalankan bisnis. Sultan memberinya konsesi untuk menyediakan atap daun palem untuk perkebunan tembakau.
Tjong A Fie dikenal sebagai orang Tionghoa pertama yang memiliki perkebunan yang sangat besar. Ia mengembangkan bisnis perkebunan tembakau di Deli, teh di daerah Bandar Baru, dan Si Bulan, serta perkebunan kelapa di Sumatera Barat, ia berinvestasi di sektor pertambangan di Sawah Lunto, Bukit Tinggi. Perkebunan itu mempekerjakan lebih dari 10.000 pekerja dan area pertanian melampaui area perkebunan Deli Matschapaij yang dipelopori oleh Jacobus Nienhuys. Bahkan, ketika pemerintah Belanda memberinya 17 taman untuk dikelola.

5. Istana Maimun

Istana Maimun terletak di distrik Aur, di distrik Medan Maimun, di kota Medan, Sumatra Utara. Istana ini dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah, yang memerintah negara dari tahun 1873 hingga 1924. Di masa lalu, Istana Maimun tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli, tetapi juga pusat kebudayaan dan adat istiadat Melayu, tempat konsultasi antara masyarakat dan pusat dakwah Islam.
Istana Maimun memiliki arsitektur Melayu dan gaya Eropa. Itu menjadi simbol kemajuan ekonomi dan kemakmuran, serta pluralisme budaya pada masa pemerintahan Kesultanan Deli. Istana Maimun bukan satu-satunya istana Kesultanan Deli, tetapi keberadaan istana lainnya tidak lagi terlihat. Di halaman Istana Maimun adalah Puntung Gun, yang merupakan bagian dari legenda Istana Maimun.

6. Bank Indonesia

Bank Indonesia Medan adalah warisan dari pemerintah Belanda yang hilang selama perang. Secara historis bangunan ini didirikan pada tahun 1906 yang ditangani oleh perusahaan arsitektur Belanda tetapi berbasis di Jakarta (pada waktu itu nama itu masih Batavia). Arsitek yang merancang bangunan unik ini adalah Hulswit, Fermost dan Cuypers. Konstruksi selesai dalam satu tahun. Tepat pada tahun 1907 gedung yang digunakan sebagai pusat perbankan Belanda dengan nama De Javasche Bank Medan resmi dioperasikan, yang pada awal berdirinya dipimpin oleh L. Vonhemert. Sejak didirikan hingga kekalahan Belanda, bangunan ini telah berfungsi sebagai pusat Bank Belanda.
Nama Bank Indonesia Medan diresmikan ketika kemerdekaan Indonesia sulit dimenangkan. Tepat 6 tahun setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tahun 1951, semua bangunan peninggalan Belanda dinasionalisasi oleh presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno. Semua aset yang tersisa dari Belanda diambil alih dan menjadi milik negara. Termasuk gedung Bank Belanda di seluruh negeri, salah satunya adalah gedung bank Belanda di Medan. Maka tak heran cabang Bank Indonesia di berbagai daerah di Indonesia memiliki bangunan yang cukup unik. Ternyata bangunan itu adalah peninggalan pemerintah Belanda dan masih kokoh hingga sekarang.
Alamat Bank Indonesia Medan di Jl. Balai Kota No. 04, Medan masih berdiri kokoh dan terawat. Perbaikan besar terjadi pada tahun 2000 ketika kubah yang dilepas pada tahun 1956 dipasang kembali. Sayangnya, jam asli Belanda yang besar di dalam hilang di suatu tempat. Jam besar sekarang telah diubah menjadi logo Bank Indonesia yang agak besar.

7. Vihara Gunung Timur

Kuil Gunung Timur adalah kuil Cina terbesar dan tertua (Taoisme) di bandar Medan, Indonesia dan mungkin di pulau Sumatera. Ia dibina pada tahun 1930. Biara Gunung Timur ini terletak di Jalan Hang Tuah, kira-kira 500 meter dari Kuil Sri Mariamman dan di tebing Sungai Medan Babura. Umumnya, umat Buddha berdoa setiap hari ini. Biara ini juga bertujuan untuk ritual Buddha lain, seperti peringatan ulang tahun WEDNESDAY WORLD, perayaan lunar, dll.

8. Menara Tirtanadi

Menara Air Tirtanadi adalah salah satu ikon kota Medan, Sumatera Utara. Menara air ini dulunya milik pemerintah kolonial Belanda bernama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih didirikan pada tahun 1905. Menara air ini selesai dibangun pada tahun 1908 dan sekarang menjadi milik PDAM Tirtanadi. Fungsinya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang masih digunakan. Selain itu, menara air ini dulunya berfungsi sebagai tonggak sejarah bagi kota Medan.
Fitur lain dari kota Medan adalah pembangunan menara air yang sekarang menjadi milik Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi. Ketika Anda memasuki kota dari selatan di jalan Sisingamangaraja, Anda akan disambut dengan pemandangan puncak menara Tirtanadi sebagai tangki penyimpanan air bagi penduduk kota dari zaman kolonial Belanda sampai sekarang.

9. Kuil Shri Mariamman

Kuil Shri Mariamman adalah candi Hindu tertua di Medan, Indonesia. Kuil ini dibangun pada tahun 1884 (ada yang mengatakan pada tahun 1881) untuk menyembah dewi Kali. Candi ini terletak di daerah yang dikenal sebagai Kampung Keling. Kuil, yang menangkap lima dewa, masing-masing Dewa Siwa, Wisnu, Ganesha, Dewi Durga (Kali) dan Dewi Aman, dikelola oleh keluarga yang dimiliki oleh perusahaan besar Texmaco, Lila Marimutu. Pintunya didekorasi dengan gopuram, menara bertingkat yang biasanya dapat ditemukan di pintu kuil Hindu di India Selatan atau beberapa jenis pintu.

10. Gereja Katedral (Santa Maria)

Pada permulaannya pada tahun 1879, Gereja Katedral Medan adalah gubuk beratap jerami dan ijuk di mana lusinan umat Katolik (kebanyakan India-Tamil dan Belanda) beribadah di Jl Pemuda No. 1 (sebelumnya dikenal dan dikenal sebagai Jl Istana). Melihat perkembangan jumlah orang yang pada tahun 1884 telah berjumlah 193 orang, maka sejak tahun itu telah dipikirkan tentang cara memperbaiki dan memperbesar gubuk atap jerami dan serabut kelapa. Baru pada tahun 1905, ketika ada 1.200 umat Katolik, pembangunan Gereja sekarang dimulai. Pembangunan gereja pada tahun 1905 diprakarsai dan dilakukan oleh Pastor Jesuit yang bekerja di Medan. Gereja Katedral dibangun pada waktu itu dengan dinding batu, atap seng dan sebagian masih dengan daun jerami dan serat kelapa dan diresmikan pada bulan November tahun itu.
Mulai 30 Januari 1928, Gereja diperluas dengan menambahkan bagian dari tempat suci imam, sebuah ruang pengakuan dosa dan sebuah pengadilan serta menara depan. Perluasan dan konstruksi permanen pada tahun 1928 dirancang oleh arsitek Belanda bernama Mr. Han Groenewegen dan diimplementasikan oleh Mr. Langereis. Hasil desain dan implementasi arsitek yang dapat dilihat hari ini, yang membuat Gereja Katedral di Jl Pemuda No. 1 Medan (dikenal sebagai Gereja Katedral) sebagai salah satu bangunan tua bersejarah dan nilai arsitektur tinggi di kota Medan. Penunjukan yang lengkap dan resmi untuk Gereja Katedral ini adalah Gereja Katolik Santa Maria - Medan yang Tak Bernoda.

Jadi itulah kumpulan 10 Bangunan bersejarah yang ada di Medan, Sumatra Utara. Jika kalian tertarik, silahkan berkunjunglah ketempat tersebut untuk berlibur bersama keluarga Anda. Silahkan ajak keluarga atau pacar Anda untuk berkunjung ketempat itu.

Saya Nada Tazkia izin pamit untuk menutup Artikel ini, sampai jumpa di Artikel yang selanjutnya. Semoga bermanfaat!

0 Response to "10 Bangunan Bersejarah yang Ada di Medan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel